Home / Berita Utama / DISKUSI ILMIAH “TANIN: MUNGKINKAH SEBAGAI ADITIF PAKAN?”

DISKUSI ILMIAH “TANIN: MUNGKINKAH SEBAGAI ADITIF PAKAN?”

IMG_3691Laboratorium  adalah tempat atau kamar dan sebagainya yang dilengkapi peralatan untuk mengadakan percobaan, memasukkan ( Kamus Besar Bahasa Indonesia ).

Rabu (11/3/2020) Laboratorium Teknologi Produksi Ternak (Lab. TPT) menggelar diskusi ilmiah, menampilkan pakar yang ahli dibidangnya yakni Bapak Sadarman, S.Pt., M.ScAcara tersebut diadakan di ruang pertemuan an-naml lantai 2 yang dimulai pukul 08:30 s / d selesai.

130710016Sadarman, S.Pt., M.Sc, Adalah Dosen Fakultas Pertanian dan Peternakan UIN Suska Riau yang sedang melaksanakan Studi S3. Sedikit mengulas tentang tanin, Tanin adalah senyawa metabolit sekunder yang terdapat pada beberapa tanaman. Tanin mampu mengikat protein, sehingga protein pada tanaman dapat resisten terhadap degradasi oleh enzim protease di dalam silo ataupun rumen (Kondo et al., 2004). Tanin selain mengikat protein juga bersifat melindungi protein dari degradasi enzim mikroba maupun enzim protease pada tanaman (Oliveira et al., 2009), sehingga tanin sangat bermanfaat dalam menjaga kualitas silase. Tanin merupakan senyawa kimia yang tergolong dalam senyawa polifenol (Deaville et al., 2010). Tanin mempunyai kemampuan mengendapkan protein, karena tanin mengandung sejumlah kelompok ikatan fungsional yang kuat dengan molekul protein yang selanjutnya akan menghasilkan ikatan silang yang besar dan komplek yaitu protein tanin. Tanin mempunyai berat molekul 0,5-3 KD. Tanin alami larut dalam air dan memberikan warna pada air, warna larutan tanin bervariasi dari warna terang sampai warna merah gelap atau coklat, karena setiap tanin memiliki warna yang khas tergantung sumbernya (Ahadi, 2003).

IMG_3692 IMG_3694 IMG_3695  IMG_3696

About FPP FPP

Check Also

SA

ANAK SAPI BERKAKI DELAPAN

Fakultas Pertanian dan Peternakan kedatangan anggota baru yang lahir pada kamis malam (17/10/19) pukul 23:30 …